Manusia: Makhluk Pintar di Alam Semesta dan Tata Surya

Apabila terdapat makhluk hidup lain dalam ribuan planet di alam semesta dan tata surya, seharusnya hingga detik ini manusia sudah mendapatkan kontak yang jelas oleh para makhluk hidup tersebut.
(Source: www.pexels.com)

Di bumi yang penuh akan berbagai macam makhluk hidup, terkadang manusia memiliki krisis eksistensi yang berujung pada pertanyaan mengenai kehidupan. Salah satunya adalah pertanyaan mengenai apakah manusia adalah satu-satunya makhluk hidup yang memiliki akal di alam semesta dan tata surya yang luas ini? Apabila iya, maka manusia merupakan makhluk paling pintar.

Berdasarkan sejarah evolusi, manusia dan berbagai macam makhluk hidup yang tinggal di bumi telah mengalami dan melewati berbagai macam fase adaptasi. Dimulai dari adaptasi yang meningkatkan kepintaran, hingga pembuatan sel baru yang sangat kompleks. Tidak hanya itu, makhluk hidup juga sangatlah unik. Sehingga, evolusi yang dialami dapat dikatakan sebagai sebuah keberuntungan.

Evolusi dan 100 Miliar Bintang Lainnya

Alam semesta sangatlah luas. Bahkan, dalam Milky Way yang memiliki setidaknya 100 miliar bintang dan galaksi yang mencapai triliun dalam alam semesta yang dapat dilihat, manusia mungkin hanya dapat melihat sebagian kecil dari alam semesta tersebut. Itu juga hanya dapat dilihat melalui teleskop canggih milik perusahaan seperti NASA saja.

Selain itu dengan adanya planet yang dapat ditinggali manusia, meskipun sangatlah jarang dan dapat dihitung hanya dengan jari, tetapi hal tersebut menunjukkan bahwa kesempatan untuk berevolusi. Lalu, dimanakah semua orang? Alam semesta sangatlah besar dan tua, kesempatan berevolusi untuk meningkatkan kepintaran para makhluk hidup yang meninggali planet tersebut sangatlah besar. Namun, hal tersebut tidak menunjukkan bukti yang konkret. Dan sayangnya, kita tidak dapat melakukan penelitian terhadap kehidupan ekstraterrestrial.

Evolusi terkadang mengulang dengan sendirinya dengan spesies yang berbeda dengan hasil konvergen yang hampir sama. Maksud dari evolusi konvergen adalah ketika dua makhluk yang sama sekali tidak berhubungan mengalami evolusi dengan ciri yang sama. Sebab, hal tersebut merupakan hasil adaptasi terhadap lingkungan tempat mereka berada. Beberapa contoh nyata akan evolusi berulang tersebut adalah bagaimana burung, kelelawar, dan pterosaurus mengalami evolusi konvergen yaitu kemampuan untuk terbang. Apabila evolusi akan sering terulang, maka evolusi makhluk hidup dalam planet lain merupakan suatu kemungkinan. Walaupun proses yang dialami mungkin akan sangat lama sekali.

Mengenai evolusi, ternyata terdapat beberapa tempat yang mana evolusi dapat terjadi secara berulang, dan tempat yang mana evolusi tidak dapat berulang. Dan ketika dilihat lebih jauh, kejadian ini memiliki ketergantungan satu sama lain. Manusia tidak dapat berevolusi hingga ikan mengembangkan tulang yang membuat mereka memiliki kemampuan untuk merangkak ke tanah. Tulang tidak dapat berkembang hingga hewan-hewan dengan susunan sel kompleks bermunculan. Hewan-hewan kompleks membutuhkan sel kompleks, yang mana sel tersebut membutuhkan oksigen yang dihasilkan dari fotosintesis. Sejauh yang diketahui, seluruh makhluk hidup datang dari satu nenek moyang, dan kehidupan hanya terjadi satu kali.

Perkembangan Manusia di Planet Lain Akan Sangat Telat

Ketika manusia di bumi sudah berevolusi semakin maju, ada kemungkinan bahwa makhluk hidup yang tinggal di planet lain baru mengalami evolusi. Hal tersebut membuat manusia sebagai makhluk paling pintar di alam semesta dan tata surya. Sebab, ketika manusia telah mencapai titik evolusi paling mutakhir, makhluk hidup dari planet lain baru saja memulai tahap evolusi dari nol. Bahkan bisa jadi tahap evolusi yang terjadi masih sangat jauh dari nol.

Hal tersebut sangatlah memungkinkan. Karena, apabila terdapat makhluk hidup lain dalam ribuan planet di alam semesta dan tata surya, seharusnya hingga detik ini manusia sudah mendapatkan kontak yang jelas oleh para makhluk hidup tersebut. Dan apabila makhluk hidup tersebut memiliki tingkat kepintaran yang jauh di atas manusia, seharusnya mereka sudah menemukan bumi dan berkunjung. Namun sampai sekarang manusia belum menerima kontak dari makhluk hidup lain di planet luar angkasa. Hal tersebut semakin memungkinkan bahwa manusia adalah satu-satunya makhluk hidup yang pintar.

Fermi Paradox

Fermi Paradox, dinamakan setelah seorang ahli fisika bernama Enrico Fermi, adalah sebuah kontradiksi mengenai kehidupan ekstraterrestrial di planet-planet dalam galaksi Milky Way. Beberapa poin dasar yang telah dibuat oleh seorang ahli astrofisika bernama Michael H. Hart mengenai Fermi Paradox adalah galaksi memiliki miliaran bintang yang mirip dengan matahari, dan bintang-bintang tersebut bahkan berumur lebih tua dari sistem tata surya kita. Dengan kemungkinan yang tinggi, beberapa dari bintang tersebut memiliki planet mirip Bumi. Dan apabila bumi merupakan planet yang biasa, maka beberapa planet dalam miliaran bintang tersebut mungkin memiliki kehidupan yang sama pintarnya dengan makhluk hidup di bumi. Bahkan, kehidupan tersebut seharusnya sudah berkembang sangat jauh melebihi perkembangan evolusi makhluk hidup di bumi. Dan apabila teori tersebut benar adanya, bumi seharusnya sudah beberapa kali dikunjungi oleh masyarakat ekstraterrestrial.

Meski dengan teori tersebut, masih ada beberapa ilmuwan yang percaya bahwa di alam semesta dan tata surya lain, makhluk hidup yang lebih pintar dari manusia memang ada. Bahkan, beberapa dari mereka percaya bahwa sebenarnya para makhluk tersebut beberapa kali pernah mengunjungi bumi. Hanya saja, manusia tidak melihat mereka karena teknologi yang digunakan merupakan teknologi yang sangat maju yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang.

Tags: , , ,