Suku-Suku Ini Lakukan Kanibalisme, Ada yang Berasal Dari Indonesia?

8 Suku yang masih mempraktikkan Kanibalisme

Praktik memakan daging manusia memang benar terjadi di kehidupan nyata dan beberapa orang masih mempercayai praktik tersebut. Alasan mereka melakukan praktik kanibalisme sangat beragam. Ada yang menganggap sebagai penambah kekuatan magis, ada yang memang menganggap itu adalah suatu ritual dan kebudayaan dari suku tertentu. Beragam penyebab mengapa mereka mengonsumsi daging manusia. Nah, berikut ini adalah beberapa suku yang pernah dan mungkin hingga saat ini masih melakukan praktik kanibalisme. Apa saja? Mari kita bahas.

Suku Aghori – Varanasi, India

Ritual kanibalisme di India dilakukan oleh para pendeta Aghori. Kaum Aghori percaya dengan melakukan hal-hal tabu di masyarakat, mereka bisa mendapatkan pencerahan. Praktiknya mulai dari mengunyah kepala hewan secara hidup-hidup, menyelimuti tubuh dengan debu orang mati, bermeditasi di atas mayat sampai praktik kanibalisme dengan memakan daging manusia.

Suku Khmer Rouge – Kamboja

Terdapat sebuah kelompok gerilya di Kamboja bernama Khmer Rouge yang aktif hingga akhir 1990an. Mereka dikenal dengan kebrutalannya serta praktik kanibalnya. Suku Khmer Rouge percaya musuhnya datang dari kelas yang lebih rendah dari mereka sehingga Khmer Rouge merasa bahwa melakukan hal tersadis kepada musuhnya merupakan hal yang sangat lumrah.

Suku Mai-Mai – Kongo

Mai-mai adalah komunitas yang saling terikat satu sama lain. Komunitas ini masih mempercayai praktik kanibalisme karena mereka percaya jika memakan daging orang akan memberikan mereka kekuatan yang spesial.

Leopard Society – Afrika Barat

Di Afrika barat terdapat komunitas yang dinamakan leopard society. Seperti namanya ‘leopard’ komunitas ini terkenal dengan menggunakan busana bercorak kulit leopard dan menyerang pelancong menggunakan pisau buatannya. Hal yang terjadi selanjutnya adalah mereka memotong korbannya dan kemudian memakannya. 

Suku Korawai – Papua Nugini

Suku yang berasal asli dari Indonesia ini diketahui sebagai suku kanibal yang paling berbahaya di dunia dan masih tersisa melakukannya hingga kini. Bertempat tinggal di hutan Papua, suku ini menjadikan pohon-pohon tinggi sebagai tempat bersembunyi dari musuh. Tidak hanya hebat dalam hal berburu dan menangkap ikan, Suku Korawai dikenal dengan sebutan ‘pemakan otak’ karena mereka seringkali bertengkar dengan sesama suku serta kemudian menjadikan otak yang masih hangat sebagai santapan.

Suku Amahuacas – Ucayali, Peru

Kelompok Amahuacas di Ucayali mempercayai sebuah kepercayaan bahwa jika seseorang meninggal dunia, mereka perlu dikonsumsi untuk menjaga jasad mereka yang meninggal tersebut tetap hangat ketimbang harus ditaruh di tanah yang dingin.

Tanna 

Ada sekelompok sekte yang hidup di sana dan orang-orang tersebut mempercayai bahwa memakan orang mampu memberikan kekuatan magis yang tidak terkalahkan. Sekte tersebut juga percaya jika kekuatan itu bisa mereka gunakan untuk membawa kiamat ke dunia sehingga alam semesta tidak dihuni oleh siapapun, dan mereka bisa menguasainya.

Suku Wari/Palaa Nova – Brasil

Wari atau Pakaa Nova adalah penduduk asli Brasil dan jika Anda berkumpul bersama suku ini dipastikan ada satu orang yang mati saat tinggal bersama mereka. Sebab, Suku Wari menerapkan praktik endokanibalisme, atau praktik memakan salah satu anggota sukunya setelah mereka meninggal dunia.

Dari sisi orang yang hidup di era digitalisasi, kita tentunya tak bisa membayangkan alasan mengapa praktik kanibalisme dilakukan. Memakan sesama manusia itu merupakan sesuatu yang melewati akal sehat. Kita tentunya bertanya-tanya mengapa seseorang bisa tega memakan daging manusia lainnya. Namun, karena Anda sudah mengetahui suku dan daerah di mana saja yang pernah melakukan praktik tersebut, Anda perlu berhati-hati jika berkunjung ke daerah tersebut.