Nissan Hadir Dengan Bola Golf Pintar

Nissan ProPilot Golf Ball

Bagi penggemar olahraga Golf, Anda pasti akan merasakan kepuasan tersendiri ketika sedang bermain Golf dan bola yang dipukul langsung masuk ke dalam hole. Kondisi teknologi yang semakin canggih, memengaruhi juga di aspek olahraga, salah satunya Golf. Tahukah Anda bahwa sekarang bola Golf memiliki kemampuan untuk bisa masuk sendiri ke hole?

Hal ini benar adanya loh! Perusahaan otomotif asal Jepang, Nissan, menciptakan bola Golf yang dapat berjalan sendiri ke lubang. Pada awal 2018 lalu, Nissan Global menerapkan sistem autonomous-driving yang bernama ProPilot ke perlengkapan sehari-hari seperti pintu, bantal, hingga sandal. Semua diterapkan pada sebuah penginapan tradisional di Jepang atau Ryokan. Sehingga pengaplikasian tersebut disebut dengan ProPilot Ryokan.

Mengutip dari Carscoops.com, saat ini Nissan mampu membuat para pemain golf pemula, menjadi pemain golf yang sudah mahir dalam waktu singkat, loh! Perusahaan ini mencoba membuat terobosan dengan menerapkan teknologi ProPilot ke bola Golf. Nissan melabelinya sebagai stress-free Golf atau Golf bebas stres.

Dalam sebuah video yang dilansir dari Digital Trends, menunjukkan seorang anak laki-laki yang beberapa kali melakukan hole-in-one. Istilah hole-in-one digunakan jika pemain berhasil memasukkan bola dari teeing ground ke dalam lubang dengan satu pukulan. 

Cara bola Golf tersebut berjalan sendiri ke hole, tidak terlepas dari teknologi kamera eksternal yang terhubung ke software sehingga dapat mencari dan menentukan letak lubang bola. Sementara itu, algoritma mengontrol mesin internal yang beroperasi sesuai dengan bagaimana keadaan arah awal bola dipukul.

Sebenarnya Nissan tidak berniat untuk masuk ke pasar olahraga. Penciptaan bola Golf ini hanya merupakan upaya pemasaran yang dibuat untuk menyoroti teknologi di balik sistem kemudi otonom ProPilot 2.0 yang akan segera hadir di Jepang dengan mobil model Skyline. Sedan bertenaga tinggi tersebut dipasarkan di Amerika Serikat sebagai Infiniti Q50.

ProPilot Assist, sebagai versi terdahulu dari ProPilot 2.0 diinformasikan menjaga mobil di tengah jalur jalan raya, dan pada jarak aman dari kendaraan di depan, namun pengemudi harus tetap bersiaga mengambil alih kemudi setiap saat. 

Sementara ProPilot 2.0 diyakini akan menawarkan manfaat tambahan yang mencakup tingkat yang lebih dapat diandalkan, tanpa intervensi dari pengemudi. Ia dapat mengubah jalur dan panduan untuk jalan keluar. Sistem otonom tersebut dilengkapi dengan fitur seperti kamera, sonar, radar, GPS dan data peta 3D.

Bagaimana tanggapan Anda terhadap terobosan baru dalam aspek teknologi yang dilakukan oleh Nissan? Sangat canggih bukan? Nissan ingin memperkenalkan sistem autonomous-driving yang bernama ProPilotnya ke masyarakat di seluruh belahan dunia. Mulai dari produk yang sering digunakan sehari-hari hingga kini yang terbaru sudah menyentuh bidang olahraga yaitu menciptakan bola Golf yang bisa berjalan sendiri ke hole. Selain itu berkat inovasi Nissan ini, pemain Golf yang masih pada level newbie bisa terlihat sebagai pemain Golf pada level pro. Salut!

Manusia: Makhluk Pintar di Alam Semesta dan Tata Surya

Apabila terdapat makhluk hidup lain dalam ribuan planet di alam semesta dan tata surya, seharusnya hingga detik ini manusia sudah mendapatkan kontak yang jelas oleh para makhluk hidup tersebut.
(Source: www.pexels.com)

Di bumi yang penuh akan berbagai macam makhluk hidup, terkadang manusia memiliki krisis eksistensi yang berujung pada pertanyaan mengenai kehidupan. Salah satunya adalah pertanyaan mengenai apakah manusia adalah satu-satunya makhluk hidup yang memiliki akal di alam semesta dan tata surya yang luas ini? Apabila iya, maka manusia merupakan makhluk paling pintar.

Berdasarkan sejarah evolusi, manusia dan berbagai macam makhluk hidup yang tinggal di bumi telah mengalami dan melewati berbagai macam fase adaptasi. Dimulai dari adaptasi yang meningkatkan kepintaran, hingga pembuatan sel baru yang sangat kompleks. Tidak hanya itu, makhluk hidup juga sangatlah unik. Sehingga, evolusi yang dialami dapat dikatakan sebagai sebuah keberuntungan.

Evolusi dan 100 Miliar Bintang Lainnya

Alam semesta sangatlah luas. Bahkan, dalam Milky Way yang memiliki setidaknya 100 miliar bintang dan galaksi yang mencapai triliun dalam alam semesta yang dapat dilihat, manusia mungkin hanya dapat melihat sebagian kecil dari alam semesta tersebut. Itu juga hanya dapat dilihat melalui teleskop canggih milik perusahaan seperti NASA saja.

Selain itu dengan adanya planet yang dapat ditinggali manusia, meskipun sangatlah jarang dan dapat dihitung hanya dengan jari, tetapi hal tersebut menunjukkan bahwa kesempatan untuk berevolusi. Lalu, dimanakah semua orang? Alam semesta sangatlah besar dan tua, kesempatan berevolusi untuk meningkatkan kepintaran para makhluk hidup yang meninggali planet tersebut sangatlah besar. Namun, hal tersebut tidak menunjukkan bukti yang konkret. Dan sayangnya, kita tidak dapat melakukan penelitian terhadap kehidupan ekstraterrestrial.

Evolusi terkadang mengulang dengan sendirinya dengan spesies yang berbeda dengan hasil konvergen yang hampir sama. Maksud dari evolusi konvergen adalah ketika dua makhluk yang sama sekali tidak berhubungan mengalami evolusi dengan ciri yang sama. Sebab, hal tersebut merupakan hasil adaptasi terhadap lingkungan tempat mereka berada. Beberapa contoh nyata akan evolusi berulang tersebut adalah bagaimana burung, kelelawar, dan pterosaurus mengalami evolusi konvergen yaitu kemampuan untuk terbang. Apabila evolusi akan sering terulang, maka evolusi makhluk hidup dalam planet lain merupakan suatu kemungkinan. Walaupun proses yang dialami mungkin akan sangat lama sekali.

Mengenai evolusi, ternyata terdapat beberapa tempat yang mana evolusi dapat terjadi secara berulang, dan tempat yang mana evolusi tidak dapat berulang. Dan ketika dilihat lebih jauh, kejadian ini memiliki ketergantungan satu sama lain. Manusia tidak dapat berevolusi hingga ikan mengembangkan tulang yang membuat mereka memiliki kemampuan untuk merangkak ke tanah. Tulang tidak dapat berkembang hingga hewan-hewan dengan susunan sel kompleks bermunculan. Hewan-hewan kompleks membutuhkan sel kompleks, yang mana sel tersebut membutuhkan oksigen yang dihasilkan dari fotosintesis. Sejauh yang diketahui, seluruh makhluk hidup datang dari satu nenek moyang, dan kehidupan hanya terjadi satu kali.

Perkembangan Manusia di Planet Lain Akan Sangat Telat

Ketika manusia di bumi sudah berevolusi semakin maju, ada kemungkinan bahwa makhluk hidup yang tinggal di planet lain baru mengalami evolusi. Hal tersebut membuat manusia sebagai makhluk paling pintar di alam semesta dan tata surya. Sebab, ketika manusia telah mencapai titik evolusi paling mutakhir, makhluk hidup dari planet lain baru saja memulai tahap evolusi dari nol. Bahkan bisa jadi tahap evolusi yang terjadi masih sangat jauh dari nol.

Hal tersebut sangatlah memungkinkan. Karena, apabila terdapat makhluk hidup lain dalam ribuan planet di alam semesta dan tata surya, seharusnya hingga detik ini manusia sudah mendapatkan kontak yang jelas oleh para makhluk hidup tersebut. Dan apabila makhluk hidup tersebut memiliki tingkat kepintaran yang jauh di atas manusia, seharusnya mereka sudah menemukan bumi dan berkunjung. Namun sampai sekarang manusia belum menerima kontak dari makhluk hidup lain di planet luar angkasa. Hal tersebut semakin memungkinkan bahwa manusia adalah satu-satunya makhluk hidup yang pintar.

Fermi Paradox

Fermi Paradox, dinamakan setelah seorang ahli fisika bernama Enrico Fermi, adalah sebuah kontradiksi mengenai kehidupan ekstraterrestrial di planet-planet dalam galaksi Milky Way. Beberapa poin dasar yang telah dibuat oleh seorang ahli astrofisika bernama Michael H. Hart mengenai Fermi Paradox adalah galaksi memiliki miliaran bintang yang mirip dengan matahari, dan bintang-bintang tersebut bahkan berumur lebih tua dari sistem tata surya kita. Dengan kemungkinan yang tinggi, beberapa dari bintang tersebut memiliki planet mirip Bumi. Dan apabila bumi merupakan planet yang biasa, maka beberapa planet dalam miliaran bintang tersebut mungkin memiliki kehidupan yang sama pintarnya dengan makhluk hidup di bumi. Bahkan, kehidupan tersebut seharusnya sudah berkembang sangat jauh melebihi perkembangan evolusi makhluk hidup di bumi. Dan apabila teori tersebut benar adanya, bumi seharusnya sudah beberapa kali dikunjungi oleh masyarakat ekstraterrestrial.

Meski dengan teori tersebut, masih ada beberapa ilmuwan yang percaya bahwa di alam semesta dan tata surya lain, makhluk hidup yang lebih pintar dari manusia memang ada. Bahkan, beberapa dari mereka percaya bahwa sebenarnya para makhluk tersebut beberapa kali pernah mengunjungi bumi. Hanya saja, manusia tidak melihat mereka karena teknologi yang digunakan merupakan teknologi yang sangat maju yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang.

Tags: , , ,

Suku-Suku Ini Lakukan Kanibalisme, Ada yang Berasal Dari Indonesia?

8 Suku yang masih mempraktikkan Kanibalisme

Praktik memakan daging manusia memang benar terjadi di kehidupan nyata dan beberapa orang masih mempercayai praktik tersebut. Alasan mereka melakukan praktik kanibalisme sangat beragam. Ada yang menganggap sebagai penambah kekuatan magis, ada yang memang menganggap itu adalah suatu ritual dan kebudayaan dari suku tertentu. Beragam penyebab mengapa mereka mengonsumsi daging manusia. Nah, berikut ini adalah beberapa suku yang pernah dan mungkin hingga saat ini masih melakukan praktik kanibalisme. Apa saja? Mari kita bahas.

Suku Aghori – Varanasi, India

Ritual kanibalisme di India dilakukan oleh para pendeta Aghori. Kaum Aghori percaya dengan melakukan hal-hal tabu di masyarakat, mereka bisa mendapatkan pencerahan. Praktiknya mulai dari mengunyah kepala hewan secara hidup-hidup, menyelimuti tubuh dengan debu orang mati, bermeditasi di atas mayat sampai praktik kanibalisme dengan memakan daging manusia.

Suku Khmer Rouge – Kamboja

Terdapat sebuah kelompok gerilya di Kamboja bernama Khmer Rouge yang aktif hingga akhir 1990an. Mereka dikenal dengan kebrutalannya serta praktik kanibalnya. Suku Khmer Rouge percaya musuhnya datang dari kelas yang lebih rendah dari mereka sehingga Khmer Rouge merasa bahwa melakukan hal tersadis kepada musuhnya merupakan hal yang sangat lumrah.

Suku Mai-Mai – Kongo

Mai-mai adalah komunitas yang saling terikat satu sama lain. Komunitas ini masih mempercayai praktik kanibalisme karena mereka percaya jika memakan daging orang akan memberikan mereka kekuatan yang spesial.

Leopard Society – Afrika Barat

Di Afrika barat terdapat komunitas yang dinamakan leopard society. Seperti namanya ‘leopard’ komunitas ini terkenal dengan menggunakan busana bercorak kulit leopard dan menyerang pelancong menggunakan pisau buatannya. Hal yang terjadi selanjutnya adalah mereka memotong korbannya dan kemudian memakannya. 

Suku Korawai – Papua Nugini

Suku yang berasal asli dari Indonesia ini diketahui sebagai suku kanibal yang paling berbahaya di dunia dan masih tersisa melakukannya hingga kini. Bertempat tinggal di hutan Papua, suku ini menjadikan pohon-pohon tinggi sebagai tempat bersembunyi dari musuh. Tidak hanya hebat dalam hal berburu dan menangkap ikan, Suku Korawai dikenal dengan sebutan ‘pemakan otak’ karena mereka seringkali bertengkar dengan sesama suku serta kemudian menjadikan otak yang masih hangat sebagai santapan.

Suku Amahuacas – Ucayali, Peru

Kelompok Amahuacas di Ucayali mempercayai sebuah kepercayaan bahwa jika seseorang meninggal dunia, mereka perlu dikonsumsi untuk menjaga jasad mereka yang meninggal tersebut tetap hangat ketimbang harus ditaruh di tanah yang dingin.

Tanna 

Ada sekelompok sekte yang hidup di sana dan orang-orang tersebut mempercayai bahwa memakan orang mampu memberikan kekuatan magis yang tidak terkalahkan. Sekte tersebut juga percaya jika kekuatan itu bisa mereka gunakan untuk membawa kiamat ke dunia sehingga alam semesta tidak dihuni oleh siapapun, dan mereka bisa menguasainya.

Suku Wari/Palaa Nova – Brasil

Wari atau Pakaa Nova adalah penduduk asli Brasil dan jika Anda berkumpul bersama suku ini dipastikan ada satu orang yang mati saat tinggal bersama mereka. Sebab, Suku Wari menerapkan praktik endokanibalisme, atau praktik memakan salah satu anggota sukunya setelah mereka meninggal dunia.

Dari sisi orang yang hidup di era digitalisasi, kita tentunya tak bisa membayangkan alasan mengapa praktik kanibalisme dilakukan. Memakan sesama manusia itu merupakan sesuatu yang melewati akal sehat. Kita tentunya bertanya-tanya mengapa seseorang bisa tega memakan daging manusia lainnya. Namun, karena Anda sudah mengetahui suku dan daerah di mana saja yang pernah melakukan praktik tersebut, Anda perlu berhati-hati jika berkunjung ke daerah tersebut.





Enam Planet Alien Yang Mirip Seperti Bumi

Untuk memenuhi syarat sebagai planet yang dapat ditinggali manusia, sebuah planet harus relatif kecil dan berbatu, dan berputar pada zona yang dapat ditinggali pada bintangnya.
(Source: www.pexels.com)

Seperti yang diketahui oleh banyak masyarakat, bumi adalah satu-satunya planet yang dapat ditinggali oleh manusia. Selain itu, bumi merupakan planet yang tidak hanya memiliki cuaca yang tidak ekstrim, tetapi juga lengkap dengan sumber daya yang dapat dimanfaatkan oleh manusia.

Menemukan planet yang mirip dengan bumi merupakan sebuah mimpi bagi para ahli astronomi. Tidak hanya hal tersebut merupakan sebuah temuan yang besar, tetapi penemuan planet yang dapat ditinggali oleh manusia adalah sebuah trobosan baru yang sangat mumpuni. Hal ini disebabkan karena kondisi bumi yang sudah kritis. Tidak hanya mulai terjadinya kelebihan populasi di sebagian negara, tetapi juga polusi udara yang sudah semakin parah. Hal tersebut menyebabkan para ahli astronomi saling berlomba untuk mencari tempat tinggal baru sebagai pengganti bumi.

Dimulai sejak tahun 1995 hingga sekarang, para ilmuwan telah menemukan hampir 2 ribu planet alien yang memutari sebuah bintang yang mirip dengan matahari. Sebagian dari temuan tersebut dilakukan oleh teleskop luar angkasa milik NASA bernama Kepler. Teleskop tersebut diluncurkan pada tahun 2009 dalam sebuah misi untuk menentukan seberapa banyak planet alien yang mirip dengan bumi sedang berada di galaksi Milky Way. Observasi Kepler tersebut menunjukkan bahwa planet kecil berbatu yang mirip dengan bumi sangatlah banyak dan tersebar di galaksi. Bahkan beberapa di antaranya memiliki kemungkinan untuk dapat ditinggali oleh manusia.

Untuk memenuhi syarat sebagai planet yang dapat ditinggali manusia, sebuah planet harus relatif kecil dan berbatu, dan berputar pada zona yang dapat ditinggali pada bintangnya. Hal tersebut secara kasar dapat dikatakan sebagai sebuah lokasi yang mana air berbentuk cairan dapat ditemukan dalam planet tersebut. Ketika teknologi teleskop semakin meningkat, beberapa faktor lain juga turut dipertimbangkan. Beberapa di antaranya adalah komposisi atmosfer dari planet tersebut, dan seberapa aktif bintang yang diputari planet. Lalu, planet apa saja yang mirip dengan bumi?

Gliese 667Cc

Exoplanet ini berjarak tepat di 22 tahun cahaya dari planet bumi. Untuk ukuran sendiri, Gliese 667Cc sekitar kurang lebih 4.5 kali sama besarnya seperti bumi. Akan tetapi, para peneliti masih tidak begitu yakin akan keadaan bebatuan dalam planet tersebut.

Planet ini mengorbit selama satu kali mengelilingi bintang initinya hanya dalam 28 hari. Akan tetapi, bintang tersebut sangatlah kecil dan memiliki suhu yang lebih dingin jika dibandingkan dengan matahari. Maka dari itu, planet ini dianggap berada dalam zona yang dapat ditinggali. Exoplanet ini ditemukan oleh teleskop European Southern Observatory yang berlokasi di Chili.

Kepler-22b

Kepler-22b berjarak di 600 tahun cahaya dari bumi. Planet ini merupakan planet Kepler pertama yang ditemukan dalam zona yang dapat ditinggali dari bintang intinya. Akan tetapi, planet ini memiliki ukuran yang lebih besar dari bumi. Jika dibandingkan, Kepler-22b memiliki ukuran sekitar 2.4 kali lebih besar dari planet kita. Meski begitu, hingga saat ini para peneliti masih belum dapat memastikan apakah planet tersebut berbatu, cair, atau padat akan gas. Untuk waktu orbit sendiri, planet ini berputar sepanjang 290 hari.

Kepler-69c

Planet yang berjarak sekitar 2.700 tahun cahaya ini memiliki ukuran sekitar 70 persen lebih besar dari bumi. Sama seperti Kepler-22b, para peneliti masih kurang begitu yakin akan komposisi planet tersebut. Apakah planet berbatu, cair, atau bergas. Kemudian, Kepler-69c juga menyelesaikan satu orbitnya setiap 242 hari. Membuat posisi planet tersebut dalam sistem tata suryanya dapat dibandingkan dengan planet Venus. Selain itu, bintang inti dari Kepler-69c juga memiliki cahaya sebanyak 80 persen seperti matahari. Membuat planet tersebut berada dalam zona yang dapat ditinggali oleh manusia.

Kepler-62f

Planet ini memiliki ukuran sebesar 40 persen lebih besar dari bumi kita dan berjarak sekitar 1.200 tahun cahaya. Tidak hanya itu, Kepler-62f mengorbit bintang yang lebih dingin suhunya dibandingkan dengan matahari. Waktu yang dibutuhkan oleh planet ini untuk mengorbit adalah 267 hari. Hal ini membuat planet tersebut berada di zona yang dapat ditinggali.

Kepler-186f

Planet yang berjarak 500 tahun cahaya dari bumi ini memiliki ukuran sekitar 10 persen lebih besar dari bumi. Tidak hanya itu, planet berada dalam zona yang dapat ditinggali dalam bintang intinya, walaupun planet berada di zona paling luar dan berada di ujung zona tersebut. Kepler-186f mendapatkan ⅓ energinya dari bintang intinya, sama seperti bumi yang mendapatkan energi dari matahari.

Kepler-452b

Menurut pernyataan resmi dari NASA, planet yang baru ditemukan pada Juli 2015 ini disebut sebagai planet yang paling mirip dengan bumi. Bintang intinya tempat planet tersebut mengorbit dikatakan sangat mirip sekali dengan matahari, dan juga planet mengorbit pada zona yang dapat ditinggali. Selain itu, ukuran Kepler-452b juga 1.6 kali lebih besar dari bumi. Akan tetapi, jarak antara bumi dan Kepler-452b adalah 1.400 tahun cahaya.

Tags: , ,